SURGA EKOWISATA DI
RANAH MINANG
Oleh,
Muhammad Ali, MLS
Taman Nasional Kerinci
Seblat (TNKS) terletak di empat propinsi yaitu Sumatera
Barat, Jambi, Bengkulu dan Sumatera Selatan, dengan luas 1.375.379,867 ha . Sebagian TNKS terdapat di Kabupaten Pesisir Selatan
dengan ibu Kabupaten “Painan”. Painan mempunyai segudang tempat ekowisata yang
masih asri, kalau boleh saya katakan “PAINAN IS THE HIDDEN PARADISE EVER SEEN ”
tapi sayang kurang dilirik wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Apa sebenarnya yang terjadi?
Potensi Ekowisata TNKS di Pesisir Selatan
Potensi Ekowisata TNKS di Pesisir Selatan
| Air Terjun Lumpo |
Pada saat
pertama kali diperkenalkan, ekowisata tidaklah begitu menarik perhatian para
pelaku industri pariwisata. Sama halnya dengan layanan SMS (Short Message Service) yang pada awalnya juga kurang menarik
minat para operator telepon seluler. Namun perlahan tapi pasti, seiring dengan
meningkatnya pemakai telepon seluler maka SMS menjadi bisnis yang
menguntungkan. Demikian juga halnya dengan ekowisata, saat ini telah
mendapatkan tempat dalam industri pariwisata. (Purbo, 2008). Stigma di
masyarakat bahwa pariwisata itu identik dengan 3-S (Sun, Sand, Sex) harus diubah. Tidak semua pariwisata itu sifatnya
berfoya-foya dengan tidur di hotel berbintang. Contohnya Kawasan Ekowisata Tangkahan,
Kabupaten Langkat Sumatera Utara
dengan Cottage bambu, kayu, tepas dan penerangan lampu teplok setengah
malam karena PLN belum masuk. Masyarakat hanya menghandalkan Jenset. Cottage dengan harga yang sangat
terjangkau cukup diminati wisman dan wislok. Inilah yang perlu di bangun agar
rasa menyatu dengan masyarakat lokal terhayati dan tidak membangun gap yang
besar. Celah seperti inilah yang harus dioptimalkan melalui pengembangan
ekowisata. Dalam
tulisan ini akan di ekspos 5 objek ekowisata dan beberapa gambar objek lain yang
sangat berpotensi untuk dikembangkan dan untuk lebih dipromosikan dalam negeri
dan ke mancanegara.
1. Air
Terjun Tembulun
2. Batu
Biduk
| Pohon Jambu dalam perjalanan ke Air Terjun Lumpo |
Sesuai dengan namanya batu biduk ( batu yang berbentuk
sampan) dengan air yang jernih dan bebatuan yang menonjol di sekitarnya dapat
menambah keidahan alam dan sungai. Bebatuan sekitar sungai dapat menjadi tempat
bersantai dan duduk wisatawan sambil menikmati hutan TNKS dan sungainya. Dalam
perjalanan menunju objek ini belum tersedia fasilitas seperti shelter dan
lainnya sehingga pengunjung terasa monoton dalam
perjalanan tanpa ada tempat istirahat yang memadai. Walaupun demikian
pengunjung senang ke tempat ini untuk berpiknik membawa keluarga sambil
duduk-duduk bersantai di bebatuan dan mandi di air yang demikian sejuk. Objek
ini layak untuk dikembangkan dengan tetap memegang teguh prinsip ekowisata.
3.
Pemandian Baringin Gadang
4. Air
Terjun Lumpo
Objek ekowisata
Air Terjun Lumpo (Lumpo Waterfall) yang selama ini telah menjadi buah bibir
masyarakat. Objek ini terletak di desa Lumpo Kecamatan IV Jurai Kabupaten
Pesisir Selatan. Jarak dengan pantai pesisir selatan lebih kurang 11
Km . medan perbukitan curam dan terjal. Dalam perjalalanan
menuju air terjun akan ditemui ladang tua dan hutan yang masih asli dan lebat,
burung-burung
Pohon Jambu Air Dalam
Perjalanan Ke Air Terjun Lumpo
durian dan jambu air sedang matang-matangnya untuk siap
di santap, sehingga perjalanan sangat menyenangkan dan tidaklah takut terasa
lapar di hutan lebat ini. Air terjun lumpo ini cukup tinggi dan bertingkat.
Untuk menuju objek ini para trekker
di harapkan berangkat pagi agar dapat menikmati suasana air terjun sebelum sore
hari. Perjalanan memakan waktu lebih kurang 4-5 jam sekali jalan sehingga para eco traveller diharapkan membawa bekal
dan peralatan secukupnya untuk menginap di hutan mengingat sukarnya medan dan
lamanya diperjalanan. Bila
kondisi fisik cukup kuat dan cuaca mendukung maka dimungkinkan perjalanan satu hari
pulang pergi.
5.
Terowongan Bekas Tambang Emas
Salah satu
objek ekowisata yang penting dan bersejarah adalah Terowongan Bekas Tambang
Emas. Pada objek ini pengunjung dapat melakukan kegiatan lintas alam berkemah,
pengamatan flora dan fauna dan fotografi. Dalam perjalanan menuju objek ini
pengunjung dapat menikmati buah durian pepohonan
ini tumbuh menyebar di sekitar jalan treking.
Seperti pertanyaan di awal tulisan ”mengapa daerah ini
kurang dikunjungi” diantaranya adalah kurangnya promosi, kurangnya fasilitas
pada tempat-tempat ekowisata dan kurangnya SDM yang ngurusin tempat yang luar
biasa indahnya, pada hal secara umum
objek ekowisata di Pesisir Selatan cukup menakjubkan dan bervariasi dari mulai
air terjun, treking memasuki hutan, wisata buah-buahan, wisata sungai,
pengamatan flora dan fauna dan berkemah. Imbauan penulis ”Coba deh berkunjung
ke ” Hidden Paradise” ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar