BERWISATA DI PERPUSTAKAAN ALAM
TAMAN EDEN 100
Oleh: Muhammad Ali, MLS
Kepuasan wisatawan berkunjung ke tempat
wisata diantaranya ditentukan oleh udara yang segar, keamanan, keindahan juga
lokasi yang mudah terjangkau. Kriteria itu sudah dipenuhi oleh Taman Eden 100. Taman
ini adalah hasil tangan dingin Bung Marandus Sirait Sang Penerima Hadiah
Kalpataru Bidang Perintis Lingkungan tahun 2005 dan Wahana Lestari tahun 2010.
Presiden kita yang pertama ”Bung
Karno” pernah bilang “Berikan aku
1000 orang tua, niscaya akan ku cabut Semeru dari akarnya. Berikan aku 1
pemuda, niscaya akan ku guncangkan dunia”. Bung Marandus pun seharusnya
bisa bilang berikan aku sepuluh pemuda yang punya komitmen bersama seperti aku,
akan ku lestarikan Danau Toba.” Pujian tidak perlu bagi Bung Marandus tapi bukti nyata telah dilakukan
dengan menghijaukan dan menjadikan lahan gundul menjadi sebuah taman nan indah
dan lengkap. Tangan dingin Penerima Kalpataru ini perlu mendapat acungan jempol.
| TAMAN EDEN 100 |
Menurut I Nyoman
Sujata Kepala Badan Lingkungan Hidup Prop. Bali bahwa Pulau Bali mendapat
predikat kualitas lingkungan terbaik di Indoesia. Yaitu mencapai 99.65 persen.
Melampaui sasaran rata-rata Nasional yaitu 66 persen (Harian Analisa, 2012). Untuk
itu mari kita tiru cara Pulau Bali menghadapi lingkungannya. Mari para orang
bijak yang peduli lingkungan melakukan studi banding ke Pulau Bali, jangan ke
Italy atau Turky. Karena kita bukan mau membangun menara Pizza atau Piramida. Kalaulah ingin studi banding menghijaukan
lingkungan, Taman Eden 100 terbuka untuk
siapapun yang ingin menimba ilmu. Ide dan cara menanam pohon dan menjaga lingkungan perlu di
contoh oleh siapa saja pencinta lingkungan karena akan menambah besar paru-paru
dunia. Makin besar paru-paru akan makin lega kita bernafas.
| AIR TERJUN DI TAMAN EDEN 100 |
Taman Eden “100″ adalah sebuah
Taman Wisata Alam, Taman Wisata Rohani dan Taman Pelestarian Lingkungan Hidup,
juga suatu Perpustakaan Alam terindah untuk di kunjungi. Taman ini
berada di Desa Lumban Rang – Sionggang Utara, Kec. Lumban Julu, Kab.
Toba Samosir, Sumut, dengan ketinggian tempat antara 1.100 – 1.750 meter diatas
permukaan laut. Letaknya sangat strategis di jalan lintas Sumatera tepatnya 17
km dari kota wisata Parapat. Tujuan diadakannya Taman Eden 100 ini adalah untuk
melestarikan hutan di kawasan Danau Toba dan sekitarnya. Menurut pengelola Taman
Eden 100 ”Marandus Sirait” bahwa penanam pohon di Taman ini berasal dari bermacam-macam Suku
Bangsa, Agama dan Golongan. Yang paling penting bagi pengelola adalah
menghijukan taman ini. Menurut penulis kerja keras penggagas taman ini sangatlah positif. Pengharapan selanjutnya adalah
pemilik lahan atau lahan marga mau meniru cara kerja sang penerima hadiah KALPATARU ini.
Pemikiran Awal
Pembentukan Taman Eden 100
Marandus Sirait, seorang guru
musik di kota Medan yang telah memiliki alat-alat musik lumayan lengkap dan
sudah barang tentu mempunyai murid-murid yang cukup menghibur dan membuat
hidupnya bahagia. Peminat belajar musik biasanya dari golongan anak-anak yang
orang tuanya memiliki kecukupan atau diatas sederhana. Karena untuk itu
diperlukan biaya ekstra. Apalagi guru musik yang beroperasi di kota Medan yang
termasuk sarangnya seniman. Tetapi itu
| AIR TERJUN DI TAMAN EDEN 100 |
semua tak membuatnya puas
seutuhnya. Ketika dia pulang kampung melihat 40 hektar lahan keluarganya tandus,
hatinya miris dan berpikir untuk apa saya hidup bergembira bermusik ria di kota
Medan sementara lahan kampung ku tak di urus. Dengan sangat nekat..... dan
boleh dikata rencana gila-gilaan (maaf bung Marandus). Alat-alat musik
kesayangannya satu persatu berguguran menjadi rupiah demi membiayani dan
membeli bibit pohon untuk di tanam di lahan marga ini. Pada awalnya tak kurang
dari 100 jenis pohon produktif dia tanam, kemudian dia merenung dan
membayangkan ”wah sorga ku akan tercipta”. Ini semua akan ku persembahkan bagi
siapa saja yang akan menikmati sorgaku ini, memakan buahnya secara gratis,
mandi di air terjun. Memanjakan diri di Sungai yang alangkah indahnya, tidak
tercemar. Kemudian dia menamakan sorga
buatannya ini dengan nama TAMAN EDEN 100. Karena awal koleksi taman ini serba 100
yang terdiri dari Tanaman buah, tanaman hutan, Anggrek, dan lain sebagainya.
![]() |
| TREKING MENUJU BUKIT MANJA |
Aktivitas
yang dapat dilakukan
Parapat sudah cukup dikenal dengan Danau Tobanya, seindah
apapun kata dirangkai semanis apapun puisi dicipta tak cukup untuk memuji Danau Toba. Tetapi
ketika wisatawan ingin sesuatu variasi wisata demi melengkapi objek kunjungan maka
jawabannya adalah Taman Eden 100.
Di Taman ini suasana Danau sama sekali hilang, hanya udara
sejuk yang terbawa karena ketinggian tempat taman ini lebih tinggi dari
Parapat. Menelusuri Taman Eden inci demi inci kita selalu ditakjubkan oleh
pemandangan lain dari yang lain. Berbagai jenis pohon yang terjajar di
pinggiran jalan setapak di taman ini, ditanam oleh pengunjung. Nama dan alamat
pengunjung langsung dapat kita lihat
melalui plat nama yang sengaja di buat untuk menandakan pohon tanaman si
Anu. Banyak artis ibu kota, pejabat, dan masyarakat turut berpartisipasi
menyemarakkan tanaman di taman ini. Sistem adopsi penanaman pohon memang
dikenakan biaya. Penanam pohon cukup membayar Rp.100.000 – Rp.300.000 biaya itu digunakan untuk merawat
pohon dan bila pohon mati akan diganti dengan bibit yang sama sehingga penanam
tidak perlu ragu kalau-kalau pohon yang ditanam tidak tumbuh. Pengelolan Taman
ini sangat perduli dengan tumbuhnya pepohonan di taman ini. Untuk masuk ke
taman ini dipungut biaya Rp.5000/ orang, kalau yang masuk group harga bisa
nego, karena pengelolan cukup pengertian dengan kantong pengunjung. Ketika
penulis berkunjung ke taman ini ada tulisan yang cukup menarik perhatian ”
Stroberry Petik sendiri” wah... bukan main riangnya hati. Udara segar, dipinggir
sungai nan jernih, tidak jauh dari air terjun ada tawaran yang sangat
menakjubkan. Makan buah gratis.
![]() |
| Makan bersama di Bukit Manja (Mengenang Teman yang hilang di Danau Toba) |
Bagi menggemar anggrek, Taman Eden tidak kalah meriahnya.
Taman Anggrek yang berada di sini mengoleksi
bermacam-macam anggrek yang berasal dari daerah setempat
sehingga sebutan koleksi Anggrek Toba pun tercetus. Pengelola Taman secara
khusus membangun area konservasi anggrek toba dengan label Orchid Park, termasuk salah satu taman konservasi anggrek hutan di
Sumatera Utara.
Air Terjun
Sekitar 15-20 menit berjalan kaki dari gerbang utama,
para pengunjung dapat menikmati air
terjun bertingkat yang cukup jernih. Di sinilah semua kelelahan, stress dan
kesibukan sehari-hari terasa fresh
kembali, sepertinya ini lah sorganya
taman ini.
Trekking
Untuk melakukan trekking di Taman Eden cukup bervariasi
dari mulai tingkat ringan sampai tingkat berat. Sebagai contoh Trekking ke
”Bukit Manja” memakan waktu dua setengah jam sekali jalan sehingga pengunjung
harus berangkat pagi agar turun tidak kemalaman. Bersama rombongan wisatawan
lokal penulis melalukan trekking yang cukup menggembirakan. Bagi pemula memang
agak berat karena tanjakan yang harus didaki cukup melelahkan. Tetapi medannya
tidak membahayakan sehingga pengunjung tidak perlu terlalu khawatir untuk
melakukan trekking. Pengunjung berhadapan dengan sesuatu hal yang
sudah langka yaitu (plastik) dalam
perjalanan trekking yang begitu jauh tidak
ditemukan sampah plastik atau bekas botol air mineral. Sementara ditempat
wisata lain plastik dan bekas botol air mineral adalah pemandangan yang sudah
biasa. Hal ini cukup menyejukkan hati inilah ekowisata yang sebenarnya. Ketika
berbincang dengan yang punya taman kami cukup prihatin karena pohon ara atau
pohon tin sumbangan dari Israel yang berada di taman ini dan sudah setinggi 1,5
meter telah mati. Penyebab kematian
belum diketahui, mungkin cuaca kurang sesuai atau terserang hama tanaman. Wah
.... koleksi tanaman
yang cukup baik untuk suatu kegiatan ekowisata khususnya wisata
edukasi. Mungkin inilah ECOLIBRARY atau
Perpustakaan Alam yang seutuhnya. Penulis merasa cukup bangga karena punya
cita-cita memadukan alam dan buku (live
material dan dead material)
bergabung jadi satu menjadi ”ECOLIBRARY”.
Mudah-mudahan Taman Eden 100 bisa dijadikan ecolibrary
bagi pencari informasi khususnya untuk peminat tanaman dan pengabdi lingkungan.
Mari........nikmati
keindahan alam dengan segala pesonanya, dan menghargai kerja keras penggagas
TAMAN EDEN 100 yang sarat akan nilai
fundamental. Horas
............................................”Selamat
Berkunjung ”.................................


Sebagai Pencinta Buku dan Pencinta Lingkungan, tman Eden 100 adalah perpaduan kedua nya
BalasHapus